Selasa, 18 Februari 2014

Angkasa Pura I Akui Kesulitan Bersihkan Bandara Adi Sumarmo

 Pesawat_di_Bandara_Adi_Sumarmo_Hujan_Abu_Vulkanik_Tempo
Penutupan Bandara Adi Sumarmo pasca hujan abu vulkanik letusan Gunung Kelud sejak Jumat (14/2/2013) terus diperpanjang. Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Adi Sumarmo mengaku kesulitan dalam membersihkan abu vulkanik yang cukup tebal, khusunya di landasan pacu, sehingga bandara ini paling cepat dibuka pada Kamis, 20 Februari 2014, pukul 07.00 WIB.
Saat ini proses pembersihan bandara terus dikebut dengan mengerahkan lebih banyak lagi personil dan alat berat. General Manager Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, mengakui sulitnya melakukan pengerukan dengan cepat karena harus ‎dua kali kerja, yaitu pengerukan lalu membuang tumpukan abu dan setelahnya baru setelah itu dilakukan pengguyuran dengan air. Semua pembersihan itu dilakukan oleh tim gabungan berbagai pihak, termasuk 825 personel TNI AU‎.
Sementara itu, dalam rapat para pemangku kepentingan yang dipimpin oleh Kepala Otoritas Penerbangan Kementerian Perhubungan Kanwil III‎, Moh Alwi, memutuskan tenggat waktu pembersihan Bandara Adi Sumarmo hingga 20 Februari 2014 pukul 07.00 WIB. “Dalam rapat tadi kita memberikan deadline pembersihan hingga Kamis tanggal 20 Februari pukul 07.00 WIB. Kita bisa memahami kesulitan kondisinya sehingga pembersihan abu belum sepenuhnya bisa dilakukan,” ujar Alwi seperti dilansir detikFinance.
Saat ini proses pembersihan bandara dari abu vulkanik baru mencapai sekitar 70 persen. Alwi mengatakan, proses pembersihan Bandara Adi Sumarmo memang yang paling sulit dibandingkan bandara-bandara lain yang terkena dampak letusan Gunung Kelud. “Tapi mulai hari ini akan dilakukan pembersihan secara ekstra dengan melibatkan tenaga dan alat yang lebih banyak. Setelah itu hari Kamis setelah semua areal bandara bersih, pesawat yang datang dipersilakan. Pesawat yang akan berangkat menunggu kesiapan masing-masing maskapai,” lanjutnya.
Khusus untuk empat pesawat yang menginap di bandara Solo pada saat kejadian, sebelum terbang harus terlebih dulu melalui enam tahapan untuk keselamatan penerbangan. Keenam langkah adalah harus diperiksa melalui inspeksi boroscope, mengganti saringan filter udara, mengganti oli, dilakukan pencucian kompresor, langkah motoring, dan selanjutnya run-up dengan idle power.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar