Penutupan Bandara Adi Sumarmo pasca
hujan abu vulkanik letusan Gunung Kelud sejak Jumat (14/2/2013) terus
diperpanjang. Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Adi Sumarmo
mengaku kesulitan dalam membersihkan abu vulkanik yang cukup tebal,
khusunya di landasan pacu, sehingga bandara ini paling cepat dibuka pada
Kamis, 20 Februari 2014, pukul 07.00 WIB.
Saat ini proses pembersihan bandara
terus dikebut dengan mengerahkan lebih banyak lagi personil dan alat
berat. General Manager Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah
Usman, mengakui sulitnya melakukan pengerukan dengan cepat karena harus
dua kali kerja, yaitu pengerukan lalu membuang tumpukan abu dan
setelahnya baru setelah itu dilakukan pengguyuran dengan air. Semua
pembersihan itu dilakukan oleh tim gabungan berbagai pihak, termasuk 825
personel TNI AU.
Sementara itu, dalam rapat para pemangku
kepentingan yang dipimpin oleh Kepala Otoritas Penerbangan Kementerian
Perhubungan Kanwil III, Moh Alwi, memutuskan tenggat waktu pembersihan
Bandara Adi Sumarmo hingga 20 Februari 2014 pukul 07.00 WIB. “Dalam
rapat tadi kita memberikan deadline pembersihan hingga Kamis tanggal 20
Februari pukul 07.00 WIB. Kita bisa memahami kesulitan kondisinya
sehingga pembersihan abu belum sepenuhnya bisa dilakukan,” ujar Alwi
seperti dilansir detikFinance.
Saat ini proses pembersihan bandara dari
abu vulkanik baru mencapai sekitar 70 persen. Alwi mengatakan, proses
pembersihan Bandara Adi Sumarmo memang yang paling sulit dibandingkan
bandara-bandara lain yang terkena dampak letusan Gunung Kelud. “Tapi
mulai hari ini akan dilakukan pembersihan secara ekstra dengan
melibatkan tenaga dan alat yang lebih banyak. Setelah itu hari Kamis
setelah semua areal bandara bersih, pesawat yang datang dipersilakan.
Pesawat yang akan berangkat menunggu kesiapan masing-masing maskapai,”
lanjutnya.
Khusus untuk empat pesawat yang menginap
di bandara Solo pada saat kejadian, sebelum terbang harus terlebih dulu
melalui enam tahapan untuk keselamatan penerbangan. Keenam langkah
adalah harus diperiksa melalui inspeksi boroscope, mengganti saringan
filter udara, mengganti oli, dilakukan pencucian kompresor, langkah
motoring, dan selanjutnya run-up dengan idle power.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar