Selasa, 25 Februari 2014

 
BANYUWANGI — Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kini gencar membangun kawasan ekowisata untuk menarik wisatawan asing. Selain perkebunan kopi, agrowisata buah juga mulai dikembangkan di selatan Banyuwangi.

Ekowisata yang sudah berjalan di antaranya di perkebunan Kalibaru, kawasan wisata Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, dan Merubetiri. Kini kawasan selatan berupa perkebunan buah rakyat juga akan dikembangkan menjadi agrowisata, berpadu dengan kawasan ekowisata mangrove dan hutan lindung.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (24/2/2014), mengatakan, ekowisata dikembangkan agar waktu berkunjung wisatawan asing bertambah. Jika biasanya mereka hanya satu hari di Banyuwangi, kini bisa 2-3 hari. ”Artinya, kunjungan wisatawan asing akan semakin lama di Indonesia. Devisa yang masuk pun bertambah,” kata Azwar Anas.

Konsep ekowisata sebelumnya telah berkembang di Banyuwangi. Menurut Endang Mariana, pemilik Resor Margoutomo di Kalibaru, sejak tahun 1979 wisatawan asing mulai datang ke Banyuwangi untuk menikmati liburan di perkebunan dan menjelajah hutan.


Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur.
Kini, industri pariwisata kian tumbuh. Resor yang dimiliki Endang berkembang dan lebih banyak menerima tamu asing dibandingkan wisatawan lokal. ”Kami menjual suasana tropis dan kehidupan desa sehari-hari, dan turis asing menyukainya,” kata Endang.

Sampai 2013, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Banyuwangi sekitar 8.000 orang. Adapun domestik 14.000 orang. Jumlah itu belum termasuk wisatawan yang datang ke Ijen karena tak ada data resmi pengunjung di Ijen selama dua tahun terakhir.

Anas menargetkan jumlah kunjungan ke Banyuwangi bisa mencapai 48.000 orang per tahun, atau sekitar 20 persen dari wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mencoba tracking di Perkebunan Kali Bendo Banyuwangi, Jawa Timur.
Sementara itu, para pengelola hotel di Banten mengharapkan kenaikan tingkat hunian kamar dan penggunaan ruang pertemuan menjelang Pemilu 2014. Saat ini, pertemuan terkait pemilu mulai marak dilaksanakan.

General Manager My Pisita Anyer Resort Hardomo di Serang, Banten, Senin, mengatakan, para calon anggota legislatif mulai mengadakan pertemuan. Di My Pisita Anyer Resort diadakan dua hingga tiga pertemuan terkait pemilu per minggu. Pertemuan paling intensif diperkirakan selama satu bulan sebelum pemungutan suara. ”Mudah-mudahan selama rentang waktu itu diadakan pertemuan di My Pisita Anyer Resort setiap hari,” ujarnya. (NIT/BAY)
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Posisi utang pemerintah terus bertambah dari waktu ke waktu. Hingga akhir Januari 2014, kewajiban yang ditanggung pemerintah telah mencapai Rp 2.465 triliun atau naik 3,9 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 2.371 triliun.

Mengutip data dari Kementerian Keuangan, Rabu (26/2/2014), utang tersebut sebagian besar bersumber dari pasar melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) yang mencapai 71 persen dari total utang pemerintah. JUmlah itu setara Rp 1.745 triliun.

Selebihnya, sebesar 29 persen atau Rp 721 triliun berasal dari pinjaman langsung bilateral maupun multilateral. Pinjaman bilateral adalah pinjaman yang diberikan oleh negara lain, sedangkan multilateral merupakan fasilitas utang yang diberikan lembaga kepada Pemerintah Indonesia.

Per 31 Januari 2014, negara yang paling rajin mengucuri pinjaman ke Indonesia adalah Jepang. Dari negara tersebut, total utang yang ditarik Indonesia mencapai Rp 261,21 triliun. Jumlah itu naik sebesar Rp 7,83 triliun dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp 253,38 triliun. Selama ini, pinjaman dari Jepang banyak digunakan untuk membiayai infrastruktur.

Setelah Jepang, negara yang juga tercatat sebagai pemberi fasilitas pinjaman terbesar ke Indonesoa adalah perancis, dengan nilai sebesar Rp 27,1 triliun atau naik Rp 1,27 triliun. Meski terpaut jauh dari Jepang, namun negara ini menjadi salah satu kreditur terbesar pemerintah.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati Jerman dengan fasilitas utang yang diberikan ke pemerintah mencapai Rp 23,53 triliun. Namun, jumlah ini turun tipis dari akhir Deseber 2013 sebesar Rp 23,68 triliun.

Untuk pinjaman multilateral, sejauh ini yang tercatat paling besar memberikan fasilitas pinjaman ke Indonesia adalah Bank Dunia. Pada akhir Januari 2014, fasilitas pinjaman dari lembaga tersebut mencapai Rp 164,4 triliun, naik Rp 660 miliar dari bulan sebelumnya Rp 163,74 triliun.

Posisi kedua lembaga yang terbesar mengutangi Indonesia adalah Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB) yang Rp 114,56 triliun, dan posisi ketiga ditempati Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB) sebesar Rp 6,85 triliun.

Selasa, 18 Februari 2014

Lion Air Terus Didekati Bombardier Agar Mau Beli Pesawat CSeries

 BOMBARDIER_CS100_FIRST_FLIGTH_BOMBARDIER
Pada Oktober 2013, Presiden Direktur Lion Air Group Rusdi Kirana mengatakan bahwa perusahaan akan memesan pesawat Bombardier CSeries, dengan tipe CS300. Kabarnya, kesepakatan itu akan difinalisasi pada akhir 2013 dengan jumlah pemesanan puluhan pesawat.
Namun, hingga akhir 2013 tidak ada kesepakatan antara Lion Air dan Bombardier. Kabar mengenai rencana Lion Air membeli pesawat CSeries itupun menguap begitu saja. Bahkan, pada bulan lalu Rusdi Kirana mengisyaratkan bahwa pembicaraan dengan Bombardier terkait CSeries telah melambat. Rusdi menolak berkomentar jika melambatnya pembicaraan tentang CSeries ini akibat penundaan pesawat itu masuk dalam layanan.
Meskipun demikian, Bombardier masih bekerja keras agar Lion Air mau memesan pesawat CSeries dan mengamankannya sebagai pelanggan. “Yang bisa saya katakan adalah kami terlibat banyak diskusi. Kami sudah rapat dengan Lion Air dan kami sangat terhormat dan bangga jika mereka melirik pesawat kami,” kata Presiden Bombardier Commercial Aircraft Mike Arcamone.
Arcamone mengatakan, Lion Air telah membeli banyak pesawat, dan pihaknya berharap diskusi akan terus berlanjut ketika Lion Air berminat untuk mengoperasikan pesawat narrowbody yang lebih kecil. Menurut Arcamone, perwakilan Lion Air telah berkunjung ke pabrik Bombardier di Montreal, Kanada, dan mereka sangat antusias dengan CSeries. “Jika butuh pesawat dengan kapasitas 100-150 kursi, saya yakin mereka akan melirik Bombardier,” ungkapnya.
Ketertarikan Lion Air terhadap pesawat CSeries adalah karena kapasitasnya antara 100-150 kursi. Pesawat ini bisa digunakan oleh Lion Air untuk membuka rute-rute penerbangan yang tidak bisa dioperasikan oleh pesawat Boeing 737-800 dan Boeing 737-900ER miliknya. Andaikan pesawat jenis ini masuk dalam armada Lion Air, kapasitas CSeries berada di antara pesawat ATR 72 dan Boeing 737-800 milik Lion Air.

Terkait Penutupan Bandara, Lion Air Parkirkan Tiga Pesawat di Palembang

    Lion100th_Andika
Meletusnya Gunung Kelud yang terletak di Kediri, Jawa Timur, membawa dampak yang cukup hebat bagi industri penerbangan. Setidaknya enam bandara utama di Jawa ditutup sementara selama beberapa hari, bahkan hingga kini dua bandara masih belum dibuka untuk penerbangan.
Penutupan bandara ini tentu saja juga memberikan dampak bagi maskapai penerbangan, tidak terkecuali Lion Air. Maskapai penerbangan dengan logo singa ini terpaksa memarkirkan pesawatnya selama beberapa hari di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang karena tidak tersedia lagi tempat parkir di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Banyaknya pembatalan penerbangan, khususnya ke Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, membuat banyak pesawat menganggur dan menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta lantaran tidak bisa terbang. Hasilnya, Lion Air menginapkan tiga pesawat di Palembang akibat tidak mendapatkan tempat parkir di Jakarta.
“Lion Air menginap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, diistirahatkan di sini oleh maskapainya,” kata Kepala Divisi Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Syamsudin, sembari mengatakan bahwa ada untungnya pesawat-pesawat itu diinapkan di Palembang. “Jika pesawat Lion Air mengalami kerusakan, bisa cepat pindah ke pesawat Lion Air yang menganggur ini,” paparnya.
Syamsudin tidak mengetahui secara pasti hingga kapan pesawat-pesawat Lion Air ini akan terparkir di Palembang. Menurut kabar yang diterimanya, kemungkinan pesawat akan berada di Palembang hingga Maret. Meskipun nantinya penerbangan ke Yogyakarta sudah normal, pesawat-pesawat itu masih akan berada di Palembang karena saat ini sedang low season, sehingga banyak penerbangan yang dikurangi frekuensinya. “Kami tidak masalah, malah siap menampung. Apron Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II masih luas,” tegasnya.

Angkasa Pura I Akui Kesulitan Bersihkan Bandara Adi Sumarmo

 Pesawat_di_Bandara_Adi_Sumarmo_Hujan_Abu_Vulkanik_Tempo
Penutupan Bandara Adi Sumarmo pasca hujan abu vulkanik letusan Gunung Kelud sejak Jumat (14/2/2013) terus diperpanjang. Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Adi Sumarmo mengaku kesulitan dalam membersihkan abu vulkanik yang cukup tebal, khusunya di landasan pacu, sehingga bandara ini paling cepat dibuka pada Kamis, 20 Februari 2014, pukul 07.00 WIB.
Saat ini proses pembersihan bandara terus dikebut dengan mengerahkan lebih banyak lagi personil dan alat berat. General Manager Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, mengakui sulitnya melakukan pengerukan dengan cepat karena harus ‎dua kali kerja, yaitu pengerukan lalu membuang tumpukan abu dan setelahnya baru setelah itu dilakukan pengguyuran dengan air. Semua pembersihan itu dilakukan oleh tim gabungan berbagai pihak, termasuk 825 personel TNI AU‎.
Sementara itu, dalam rapat para pemangku kepentingan yang dipimpin oleh Kepala Otoritas Penerbangan Kementerian Perhubungan Kanwil III‎, Moh Alwi, memutuskan tenggat waktu pembersihan Bandara Adi Sumarmo hingga 20 Februari 2014 pukul 07.00 WIB. “Dalam rapat tadi kita memberikan deadline pembersihan hingga Kamis tanggal 20 Februari pukul 07.00 WIB. Kita bisa memahami kesulitan kondisinya sehingga pembersihan abu belum sepenuhnya bisa dilakukan,” ujar Alwi seperti dilansir detikFinance.
Saat ini proses pembersihan bandara dari abu vulkanik baru mencapai sekitar 70 persen. Alwi mengatakan, proses pembersihan Bandara Adi Sumarmo memang yang paling sulit dibandingkan bandara-bandara lain yang terkena dampak letusan Gunung Kelud. “Tapi mulai hari ini akan dilakukan pembersihan secara ekstra dengan melibatkan tenaga dan alat yang lebih banyak. Setelah itu hari Kamis setelah semua areal bandara bersih, pesawat yang datang dipersilakan. Pesawat yang akan berangkat menunggu kesiapan masing-masing maskapai,” lanjutnya.
Khusus untuk empat pesawat yang menginap di bandara Solo pada saat kejadian, sebelum terbang harus terlebih dulu melalui enam tahapan untuk keselamatan penerbangan. Keenam langkah adalah harus diperiksa melalui inspeksi boroscope, mengganti saringan filter udara, mengganti oli, dilakukan pencucian kompresor, langkah motoring, dan selanjutnya run-up dengan idle power.

Bandara Soekarno-Hatta Segera Terapkan Sistem Segregated Runway

Sistem Segregated runway atau pemisahan opsional dua runway bakal segera diterapkan Bandara Soekano-Hatta. Menurut Direktur Angkasa Pura II Tri S. Sukono, dengan sistem tersebut masing-masing landasan pacu hanya beroperasi melayani pesawat untuk mengudara dan mendarat.
Dikatakan, saat dua runway di Bandara Soekarno-Hatta sama-sama digunakan untuk take off dan landing. “Sistem segregated runway itu, lanjutnya, baka diterapkan dalam tempo yang tidak terlalu lama. Pasalnya, kami ingin meningkatkan kapasitas runway dari 64 penerbangan perjam menjadi 72 penerbangan,” katanya dilansir bisnis.com.
Diyakini Tri,  kapasitas penerbangan dari 72 kali perjam menjadi 86 penerbangan bisa ditingkatkan bandara tersebut dengan penerapan segregated runway dengan syarat bila dilakukan pengembangan atau pembangunan infrastktur.
“Pengembangan dan pemangunan infrastruktur itu seperti peningkatan rapid exit taxiway untuk mendukung percepatan pesawat keluar dari runway setelah mendarat,” jelasnya lagi.
Di sisi lain, untuk meningkatkan kapasitas penerbangan menjadi 86 pesawat per jam diperlukan pula pembangunan fasilitas. ASEAN Committee on Disaster Managemen (ACDM) oleh PT Angkasa Pura II dan  Air Traffic Flow Management (ATFM) oleh AirNav. “ATFM akan mengatur arus lalu lintas pesawat dengan lebih efektif sehingga mampu mengoptimalkan runway.”
Disebut Tri, para pemangku kepentingan di maskapai bisa terbantu dengan adanya ACDM lantaran bisa meningkatkan ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan, mengoptimalkan penggunaan parking stands, gates dan terminal, serta meningkatkan kapasitas sisi udara.
“Dalam tahap jangka menengah juga akan diterapkan bagage handling system agar pelayanan bagasi penumpang dapat lebih cepat dan berdampak pada ketepatan waktu keberangkaan,” katanya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menerapkan flight plan database system untuk membantu on time performance dalam penerbangan. Sistem ini memaksa maskapai yang terlamat atau batal berangkat akan dikenakan sanksi.

SINGAPORE: Airbus defence unit targets new sales, then airlift rival

Airbus Defence & Space made its first high-profile appearance at an international show since emerging from a rebranding activity last month by revealing a target to close fresh sales of its A400M tactical transport and A330 tanker this year.
Commercial director Christian Scherer says the company hopes to announce a fresh export deal for the A400M within the coming months. “Our target is to have at least one new customer secured this year,” he says, with Airbus now running “at least two pretty advanced campaigns around the world.”
asset image
Airbus Military
Malaysia is the European programme’s current lone international buyer, and will next year accept its first of four examples.
Scherer also expects India to sign a contract for six A330 tankers “soon”. Airbus has extended the validity of its bid beyond the end of the current financial year in April, he says, adding: “it really doesn’t matter whether it’s within the next month, or the next six months.” But it was a firm ‘no comment’ when it came to commenting on the status of Singapore’s Boeing KC-135 replacement need.
Meanwhile, Scherer responded to an Alenia Aermacchi official’s comments from earlier in the day about the C-27J’s claimed superior performance over the Airbus C295 medium transport. Pointing to the more than 160 C212, CN235 and C295 aircraft in operation throughout Asia – versus a current zero for the Spartan – he says: “The market has spoken, overwhelmingly.”
So, is this a new war of words? No, says Scherer: just an “emotional outburst by a frustrated competitor”.
With an eye on additional regional sales opportunities for the C295, Airbus also reveals that the Portuguese air force example which visited the show will fly on to New Zealand, where it will be used to perform a maritime patrol demonstration for the nation's military.

Qatar to take first A380s in June, plans Farnborough extravaganza

Qatar Airways has pushed back its Airbus A380 deliveries to the middle of this year to coincide with the opening of the new Doha airport. Meanwhile the airline is aiming to steal the limelight at this year’s Farnborough air show by displaying no less than four airliners including an A380, an A320, an A350, and a 787.
“We will receive our first three A380s in June, which were supposed to be delivered in April, May and June,” says Qatar Airways chief executive Akbar Al Baker. “This delay is due to the opening of Doha’s new Hamad International Airport.”
asset image
asset image
Qatar Airways
Qatar Airways will bring its first A380 to the Farnborough air show in July, where it will also display a Boeing 787-8 and a sharklet-equipped A320. Al Baker says the airline’s line-up will be completed by Airbus displaying A350-900 MSN4 adorned in a hybrid scheme with Qatar Airways titles and branding.
The opening of the new airport – which has been delayed by over a year due to wrangles over completion contracts with suppliers - is expected to take place in the coming months.
“The chairman of the steering committee has already announced that the airport will open in the second quarter of 2014,” says Al Baker. “Qatar Airways, as airport operator, would prefer to have a soft opening to not put too much load on new systems and gradually ramp up the use of the airport.”
Doha and Qatar Airways play host to this year’s IATA annual general meeting in June and it has been the intention to ensure that the new airport is operational when this high profile event takes place

Selasa, 04 Februari 2014

PESAWAT ULANG ALIK

   Pesawat ulang-alik (bernama resmi: Space Transportation System atau STS; lebih populer denganNASA’s Space Shuttle atau Space Shuttle saja) adalah pesawat luar angkasa milik Amerika Serikatyang digunakan dalam misi penerbangan luar angkasa berawak. Pesawat ulang alik – tidak seperti pesawat luar angkasa lainnya – badan utama pesawat ulang-alik dapat digunakan kembali di lain waktu. Pesawat jenis ini hanya dimiliki oleh NASA, badan antariksa Amerika, dalam beberapa jenis. Sempat dibuat 5 buah, di mana sekarang tinggal tiga. Modul pesawat, terbang secara vertikal dan biasanya membawa tiga sampai lima astronot (walaupun pernah mengangkut 8 astronot dan masih cukup sampai 11 astronot dalam keadaan darurat) dan muatan sampai seberat 50.000 lb, 22.700 kg menuju orbitrendah bumi (thermosfer). Ketika misi selesai pesawat akan menyalakan pendorongnya sendiri untuk kembali menuju atmosfer bumi, pendorong akan dimatikan ketika pesawat sudah di dalam atmosfer bumi dan pesawat akan melayang selama perjalannya sampai akhirnya mencapai permukaan lagi.
        Pesawat ulang-alik NASA bisa dikatakan merupakan pesawat luar angkasa pertama yang dirancang agar dapat dipakai kembali sebagian. Pesawat ini bertugas untuk membawa berbagai muatan (biasanya satelit) ke berbagai orbit bumi (biasanya orbit rendah, perlu perlakuan khusus untuk orbit yang lebih tinggi), penggantian awak ISS, Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan untuk misi servis. Terkadang pesawat ini juga dapat mengambil kembali satelit untuk dikembalikan ke bumi. Bekerjasama dengan Soyuzpesawat luar angkasa milik Rusia, kedua pesawat bahu membahu membangun ISS. Kedua pesawat dirancang agar dapat bekerja sekitar 10 tahun atau setara dengan sekitar 100 peluncuran.
         Pesawat ulang-alik yang pertama adalah Enterprise, yang sebenarnya merupakan wahana uji terbang.
    Pesawat berikutnya adalah Columbia,ChallengerDiscovery dan Atlantis. Challenger telah hancur ketika proses peluncuran pada tahun 1986, dan akhirnya dibuat Endeavour sebagai penggantinya. Sedangkan Columbia hancur ketika proses memasuki atmosfer bumi pada tahun 2003.
   NASA telah mengumumkan untuk memberhentikan armada pesawat luar angkasanya pada tahun 2010 dan akan menggantinya dengan Orion, pesawat baru yang dirancang dapat mengangkut manusia menuju bulan dan bahkan objek angkasa yang lebih jauh lagi.
ROKET
        Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi roket terhadap keluarnya secara cepat bahan fluida dari keluaran mesin roket. Aksi dari keluaran dalam ruang bakar dan nozle pengembang, mampu membuat gas mengalir dengan kecepatan hipersonik sehingga menimbulkan dorongan reaktif yang besar untuk roket (sebanding dengan reaksi balasan sesuai dengan Hukum Pergerakan Newton ke 3). Seringkali definisi roket digunakan untuk merujuk kepada mesin roket.
Roket bermula untuk penggunaan militer dan rekreasipada abad ke-13 masehi. Penggunaan roket secara intensif untuk militer, industri dan ilmu pengetahuan dimulai pada awal abad ke-20, dimana teknologi peroketan mampu mengantarkan umat manusia menuju Era ruang angkasa, termasuk mengantarkan manusia menginjakan kakinya ke bulan.
Roket digunakan untuk kembang api, persenjataan, kursi penyelamat, kendaraan peluncur untuk Satelit buatan, kendaraan luar angkasa, dan eksplorasi ke planet lain. Walaupun kurang efisien dikecepatan rendah, roket mampu memberikan akselerasi luar biasa dan mencapai kecepatan sangat tinggi dengan efisiensi yang bisa diterima.
Roket kimia menyimpan sejumlah besar energi dalam bentuk yang mudah dilepaskan dan bisa sangat berbahaya, tetapi desain, tes, pembuatan dan penggunaan yang berhati hati bsia meminimalkan ersiko.
Ukuran Roket berbeda dari model kecil yang bisa dibeli sebagai kembang api, atau roket hobi, sampai yang berukuran besar Saturn V yang digunakan untuk program Apollo.
Kebanyakan roket saat ini adalah roket kimia. Mesin roket ini memerlukan bahan bakar padat atau cair, seperti bahan bakar cair Booster/penguat Pesawat ulang-alik dan mesin utamanya yang digunakan untuk melepaskan diri dari gravitasi bumi. Reaksi kimia dimuali di ruang bakar dengan bahan bakar (dengan udara atau oksigen bila di ruang angkasa) dan gas panas yang dihasilkan mengalir dengan tekanan tinggi keluar melalui saluran yang menuju ke arah belakang roket. Tekanan gas yang menyembur keluar inilah yang menghasilkan gaya dorong bagi roket sehingga roket dapat bergerak maju atau ke atas.
Terdapat konsep jenis roket lain yang semakin sering digunakan di luar angkasa adalah pendorong ion, yang menggunakan energi elektromagnet bukan tenaga dari reaksi kimia. Roket termal nuklir juga telah dibangun, tetapi tidak pernah digunakan.

PERKEMBANGAN HANPHONE

Handphone atau biasa disebut Telepon Genggam atau yang sering dikenal dengan nama Ponsel merupakan perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless): (Wikipedia.org) 
 
Selain itu, Pengertian Handphone dapat didefinisikan sebagai sebuah alat elektronik yang digunakan untuk telekomunikasi radio dua arah melalui jaringan seluler dari BTS yang dikenal sebagai situs sel. Ponsel berbeda dari telepon tanpa kabel, yang hanya menawarkan layanan telepon dalam jangkauan terbatas melalui stasiun pangkalan tunggal menempel pada garis tanah tetap, misalnya di dalam rumah atau kantor.
 
Sebuah ponsel memungkinkan pengguna untuk membuat dan menerima panggilan telepon dari dan ke jaringan telepon publik yang meliputi ponsel lain dan telepon fixed-line di seluruh dunia. Hal ini dilakukan dengan menghubungkan ke jaringan seluler milik operator jaringan mobile. Fitur utama dari jaringan selular adalah bahwa hal itu memungkinkan panggilan telepon mulus bahkan ketika pengguna sedang bergerak di sekitar wilayah yang luas melalui proses yang dikenal sebagai handoff atau handover.
 
Selain menjadi telepon, Ponsel modern juga mendukung layanan tambahan banyak, dan aksesoris, seperti SMS (atau teks) pesan, e-mail, akses Internet, game, Bluetooth dan inframerah komunikasi nirkabel jarak pendek, kamera, MMS messaging, Player radio, MP3 dan GPS. Ponsel Low-end sering disebut sebagai fitur ponsel, sedangkan ponsel high-end yang menawarkan kemampuan komputasi yang lebih maju yang disebut sebagai smartphone.
Telepon genggam pertama ditunjukkan oleh Dr Martin Cooper dari Motorola pada tahun 1973, menggunakan handset berat 2 kg (4.4 lb). Motorola merilis ponsel komersial pertama tersedia, DynaTAC 8000x pada tahun 1983. Pada tahun 1990 12,4 juta orang di seluruh dunia telah langganan selular. Pada akhir tahun 2009, kurang dari 20 tahun kemudian, jumlah pelanggan selular di seluruh dunia mencapai sekitar 4,6 miliar, 370 kali nomor 1990, menembus negara-negara berkembang.
 

Handphone Generasi 0

Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembangan radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah regular pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2 MHz. pada perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan ‘’frequency modulated ‘’(FM).
 
Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola)mengembangkan portable Handie-talkie SCR536, yang berarti sebuah alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan.
 
Setelah mengeluarkan SCR536,kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan kembali partable FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk tentara U.S. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil.
 
Sistem telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon secara langsung pada PSTN landline. Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini.
Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyur-insinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an.
 

Handphone Generasi I

Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz. Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area telpon genggam.
 

Handphone Generasi II

Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS. Telepon seluler pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membayakan pengguna.
 

Handphone Generasi III


Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android dan Windows Mobile 

Handphone Generasi IV

Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, online game, dan lain-lain.

Kata Kunci :

artikel tentang Handphone,artikel handphone,apakah handphone disebut sebagai sistem?,pengertian handphone modern,karangan telepon genggam,handphone generasi 3,contoh artikel sejarah penemuan handphone,artikel tentang telepon genggam,artikel tentang hp,Telepon genggam tahun 1990

SEJARAH PEMBUATAN PESAWAT TERBANG

Burung besi bernama pesawat terbang memang bukan barang aneh lagi di zaman modern ini. Ternyata, perjalanan sejarah pesawat terbang dari pertaman kali dibuat hingga tercipta pesawat terbang masa kini dengan segala kecanggihannya telah cukup panjnag yaitu 100 tahun. Sejarah itu dimulai ketika seabad silam Orville Wright berhasil menerbangkan sebuah pesawat kecil di North Carolina, Amerika Serikat. Namun, penerbangan itu Cuma berlangsung selama 12 menit. Walau hanya sebentar ini merupakan penerbangan pertama dengan pesawat terbang bermotor. Selain itu, penerbangan perdana ini juga merupakan moment penting yang membuka jalan menuju era penerbangan modern. Walau bentuknya masih sangat sederhana, pesawat ini merupakan buah pemikiran mendalam dengan serangkaian uji coba yang dilakukan selama tiga tahun. Pesawat dengan empat sayap ini juga merupakan buah dari kecintaan Orville dan saudaranya Wilbur Wright pada segala hal yang terbang di udara. Salah satu benda ’terbang’ yang merka sukai adalah layang-layang. Tak heran, saat masih anak-anak Wright bersaudara banyak menghabiskan waktunya dengan bermain layang-layang. Ketika beranjak remaja, mereka mulai gemar mengamati burung. Mereka melihat, burung menjaga keseimbangan dengan cara memutar-mutarkan ujung sayapnya. Karena itu, Orville dan Wilbur sengaja mendesain sayap pesawat mereka agak bengkok. Dengan cara ini, pesawat mereka bisa belok. Pada tahun 1902, desain pesawat mereka makin sempurna. Percobaan demi percobaan pun dilakukan. Akhirnya, pada pagi hari 17 Desember 1903, pesawat mereka yang dilengkapi motor sederhana dapat mengudara. Sebelum Wright bersaudara, sebenarnya ada beberapa orang yang telah berusaha menciptakan pesawat terbang. Tapi hasil upaya mereka tidak secemerlang Wright bersaudara. Pada akhir tahun 1840-an misalnya, Sir George Cayley dari Inggris membuat pesawat terbang layang yang bisa mengangkut satu orang ketika mengudara setelah ditarik. Kemudian pada tahun 1890-an, seorang warga Jerman, Otto Lilienthal mengudara dengan pesawat gantole. Lebih dari 2.000 kali, Lilienthal menerbangkan gantolenya dari puncak bukit. Tapi akhirnya, ia mengalami kecelakaan dan tewas setelah gantolenya mendadak ’mogok’ di udara. Sejak keberhasilan Wright bersaudara menerbangkan pesawat bermotornya , teknologi penerbangan maju dengan cepat. Pada tahun 1947, terjadi kemajuan yang sangat berarti. Pilot asal Amerika, Chuck Yeager berhasil menerbangakn pesawat melebihi kecepatan suara. Padahal sebelumnya, orang sangat yakin bahwa pesawat tidak akan mungkin terbang lebih cepat dari kecepatan suara