Selasa, 18 Februari 2014

Terkait Penutupan Bandara, Lion Air Parkirkan Tiga Pesawat di Palembang

    Lion100th_Andika
Meletusnya Gunung Kelud yang terletak di Kediri, Jawa Timur, membawa dampak yang cukup hebat bagi industri penerbangan. Setidaknya enam bandara utama di Jawa ditutup sementara selama beberapa hari, bahkan hingga kini dua bandara masih belum dibuka untuk penerbangan.
Penutupan bandara ini tentu saja juga memberikan dampak bagi maskapai penerbangan, tidak terkecuali Lion Air. Maskapai penerbangan dengan logo singa ini terpaksa memarkirkan pesawatnya selama beberapa hari di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang karena tidak tersedia lagi tempat parkir di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Banyaknya pembatalan penerbangan, khususnya ke Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, membuat banyak pesawat menganggur dan menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta lantaran tidak bisa terbang. Hasilnya, Lion Air menginapkan tiga pesawat di Palembang akibat tidak mendapatkan tempat parkir di Jakarta.
“Lion Air menginap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, diistirahatkan di sini oleh maskapainya,” kata Kepala Divisi Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Syamsudin, sembari mengatakan bahwa ada untungnya pesawat-pesawat itu diinapkan di Palembang. “Jika pesawat Lion Air mengalami kerusakan, bisa cepat pindah ke pesawat Lion Air yang menganggur ini,” paparnya.
Syamsudin tidak mengetahui secara pasti hingga kapan pesawat-pesawat Lion Air ini akan terparkir di Palembang. Menurut kabar yang diterimanya, kemungkinan pesawat akan berada di Palembang hingga Maret. Meskipun nantinya penerbangan ke Yogyakarta sudah normal, pesawat-pesawat itu masih akan berada di Palembang karena saat ini sedang low season, sehingga banyak penerbangan yang dikurangi frekuensinya. “Kami tidak masalah, malah siap menampung. Apron Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II masih luas,” tegasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar