
Meletusnya Gunung Kelud yang terletak di
Kediri, Jawa Timur, membawa dampak yang cukup hebat bagi industri
penerbangan. Setidaknya enam bandara utama di Jawa ditutup sementara
selama beberapa hari, bahkan hingga kini dua bandara masih belum dibuka
untuk penerbangan.
Penutupan bandara ini tentu saja juga
memberikan dampak bagi maskapai penerbangan, tidak terkecuali Lion Air.
Maskapai penerbangan dengan logo singa ini terpaksa memarkirkan
pesawatnya selama beberapa hari di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II
Palembang karena tidak tersedia lagi tempat parkir di Bandara
Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Banyaknya pembatalan penerbangan,
khususnya ke Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, membuat banyak pesawat
menganggur dan menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta lantaran tidak bisa
terbang. Hasilnya, Lion Air menginapkan tiga pesawat di Palembang akibat
tidak mendapatkan tempat parkir di Jakarta.
“Lion Air menginap di Bandara Sultan
Mahmud Badaruddin II, diistirahatkan di sini oleh maskapainya,” kata
Kepala Divisi Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Mahmud
Badaruddin II Syamsudin, sembari mengatakan bahwa ada untungnya
pesawat-pesawat itu diinapkan di Palembang. “Jika pesawat Lion Air
mengalami kerusakan, bisa cepat pindah ke pesawat Lion Air yang
menganggur ini,” paparnya.
Syamsudin tidak mengetahui secara pasti
hingga kapan pesawat-pesawat Lion Air ini akan terparkir di Palembang.
Menurut kabar yang diterimanya, kemungkinan pesawat akan berada di
Palembang hingga Maret. Meskipun nantinya penerbangan ke Yogyakarta
sudah normal, pesawat-pesawat itu masih akan berada di Palembang karena
saat ini sedang low season, sehingga banyak penerbangan yang
dikurangi frekuensinya. “Kami tidak masalah, malah siap menampung. Apron
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II masih luas,” tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar