
Pada Oktober 2013, Presiden Direktur
Lion Air Group Rusdi Kirana mengatakan bahwa perusahaan akan memesan
pesawat Bombardier CSeries, dengan tipe CS300. Kabarnya, kesepakatan itu
akan difinalisasi pada akhir 2013 dengan jumlah pemesanan puluhan
pesawat.
Namun, hingga akhir 2013 tidak ada
kesepakatan antara Lion Air dan Bombardier. Kabar mengenai rencana Lion
Air membeli pesawat CSeries itupun menguap begitu saja. Bahkan, pada
bulan lalu Rusdi Kirana mengisyaratkan bahwa pembicaraan dengan
Bombardier terkait CSeries telah melambat. Rusdi menolak berkomentar
jika melambatnya pembicaraan tentang CSeries ini akibat penundaan
pesawat itu masuk dalam layanan.
Meskipun demikian, Bombardier masih
bekerja keras agar Lion Air mau memesan pesawat CSeries dan
mengamankannya sebagai pelanggan. “Yang bisa saya katakan adalah kami
terlibat banyak diskusi. Kami sudah rapat dengan Lion Air dan kami
sangat terhormat dan bangga jika mereka melirik pesawat kami,” kata
Presiden Bombardier Commercial Aircraft Mike Arcamone.
Arcamone mengatakan, Lion Air telah
membeli banyak pesawat, dan pihaknya berharap diskusi akan terus
berlanjut ketika Lion Air berminat untuk mengoperasikan pesawat narrowbody
yang lebih kecil. Menurut Arcamone, perwakilan Lion Air telah
berkunjung ke pabrik Bombardier di Montreal, Kanada, dan mereka sangat
antusias dengan CSeries. “Jika butuh pesawat dengan kapasitas 100-150
kursi, saya yakin mereka akan melirik Bombardier,” ungkapnya.
Ketertarikan Lion Air terhadap pesawat
CSeries adalah karena kapasitasnya antara 100-150 kursi. Pesawat ini
bisa digunakan oleh Lion Air untuk membuka rute-rute penerbangan yang
tidak bisa dioperasikan oleh pesawat Boeing 737-800 dan Boeing 737-900ER
miliknya. Andaikan pesawat jenis ini masuk dalam armada Lion Air,
kapasitas CSeries berada di antara pesawat ATR 72 dan Boeing 737-800
milik Lion Air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar