Sistem Segregated runway atau pemisahan
opsional dua runway bakal segera diterapkan Bandara Soekano-Hatta.
Menurut Direktur Angkasa Pura II Tri S. Sukono, dengan sistem tersebut
masing-masing landasan pacu hanya beroperasi melayani pesawat untuk
mengudara dan mendarat.
Dikatakan, saat dua runway di Bandara
Soekarno-Hatta sama-sama digunakan untuk take off dan landing. “Sistem
segregated runway itu, lanjutnya, baka diterapkan dalam tempo yang tidak
terlalu lama. Pasalnya, kami ingin meningkatkan kapasitas runway dari
64 penerbangan perjam menjadi 72 penerbangan,” katanya dilansir bisnis.com.
Diyakini Tri, kapasitas penerbangan dari
72 kali perjam menjadi 86 penerbangan bisa ditingkatkan bandara
tersebut dengan penerapan segregated runway dengan syarat bila dilakukan
pengembangan atau pembangunan infrastktur.
“Pengembangan dan pemangunan
infrastruktur itu seperti peningkatan rapid exit taxiway untuk mendukung
percepatan pesawat keluar dari runway setelah mendarat,” jelasnya lagi.
Di sisi lain, untuk meningkatkan
kapasitas penerbangan menjadi 86 pesawat per jam diperlukan pula
pembangunan fasilitas. ASEAN Committee on Disaster Managemen (ACDM) oleh
PT Angkasa Pura II dan Air Traffic Flow Management (ATFM) oleh AirNav.
“ATFM akan mengatur arus lalu lintas pesawat dengan lebih efektif
sehingga mampu mengoptimalkan runway.”
Disebut Tri, para pemangku kepentingan di
maskapai bisa terbantu dengan adanya ACDM lantaran bisa meningkatkan
ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan, mengoptimalkan penggunaan
parking stands, gates dan terminal, serta meningkatkan kapasitas sisi
udara.
“Dalam tahap jangka menengah juga akan
diterapkan bagage handling system agar pelayanan bagasi penumpang dapat
lebih cepat dan berdampak pada ketepatan waktu keberangkaan,” katanya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan
menerapkan flight plan database system untuk membantu on time
performance dalam penerbangan. Sistem ini memaksa maskapai yang terlamat
atau batal berangkat akan dikenakan sanksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar