Selasa, 18 Februari 2014

Bandara Soekarno-Hatta Segera Terapkan Sistem Segregated Runway

Sistem Segregated runway atau pemisahan opsional dua runway bakal segera diterapkan Bandara Soekano-Hatta. Menurut Direktur Angkasa Pura II Tri S. Sukono, dengan sistem tersebut masing-masing landasan pacu hanya beroperasi melayani pesawat untuk mengudara dan mendarat.
Dikatakan, saat dua runway di Bandara Soekarno-Hatta sama-sama digunakan untuk take off dan landing. “Sistem segregated runway itu, lanjutnya, baka diterapkan dalam tempo yang tidak terlalu lama. Pasalnya, kami ingin meningkatkan kapasitas runway dari 64 penerbangan perjam menjadi 72 penerbangan,” katanya dilansir bisnis.com.
Diyakini Tri,  kapasitas penerbangan dari 72 kali perjam menjadi 86 penerbangan bisa ditingkatkan bandara tersebut dengan penerapan segregated runway dengan syarat bila dilakukan pengembangan atau pembangunan infrastktur.
“Pengembangan dan pemangunan infrastruktur itu seperti peningkatan rapid exit taxiway untuk mendukung percepatan pesawat keluar dari runway setelah mendarat,” jelasnya lagi.
Di sisi lain, untuk meningkatkan kapasitas penerbangan menjadi 86 pesawat per jam diperlukan pula pembangunan fasilitas. ASEAN Committee on Disaster Managemen (ACDM) oleh PT Angkasa Pura II dan  Air Traffic Flow Management (ATFM) oleh AirNav. “ATFM akan mengatur arus lalu lintas pesawat dengan lebih efektif sehingga mampu mengoptimalkan runway.”
Disebut Tri, para pemangku kepentingan di maskapai bisa terbantu dengan adanya ACDM lantaran bisa meningkatkan ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan, mengoptimalkan penggunaan parking stands, gates dan terminal, serta meningkatkan kapasitas sisi udara.
“Dalam tahap jangka menengah juga akan diterapkan bagage handling system agar pelayanan bagasi penumpang dapat lebih cepat dan berdampak pada ketepatan waktu keberangkaan,” katanya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menerapkan flight plan database system untuk membantu on time performance dalam penerbangan. Sistem ini memaksa maskapai yang terlamat atau batal berangkat akan dikenakan sanksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar